Jakarta, 21 September 2026 — Inovasi bisnis di lingkungan Institut Pariwisata Trisakti kembali berkembang melalui kehadiran Seoul Cheese Yummy Coin di in.cube Artisan Coffee House. Kehadiran produk kuliner bercita rasa Korea ini menjadi bagian dari pengembangan bisnis baru yang dikelola in.cube Artisan Coffee House sebagai unit bisnis sekaligus living laboratory bagi mahasiswa.
Pembukaan Seoul Cheese Yummy Coin dilaksanakan di in.cube Artisan Coffee House, Institut Pariwisata Trisakti, Jl. IKPN Bintaro No. 1, Tanah Kusir, Bintaro – Pesanggrahan, Jakarta Selatan, pada Senin, 21 September 2026. Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkenalkan konsep pengembangan bisnis yang tidak hanya berorientasi pada pengalaman konsumen, tetapi juga pada pembelajaran kewirausahaan, kolaborasi, dan penguatan income generating Fakultas Pariwisata.
Kegiatan ini di hadiri oleh Agus Riyadi, Ph.D., CHIA., QCRO., selaku Wakil Rektor I, Dr. Nurbaeti, M.M., QRGP., selaku Wakil Rektor II., Dr. Novita Widyastuti, S.ST.Par, M.Si.Par selaku Wakil Rektor III, Dr. Surya Fadjar Boediman, SST, MM.Par., selaku Dekan Fakultas Pariwisata, Dr. Drs. Amrullah, SH, M.Hum, M.Si.Par., CHE, QCRO, selaku Dekan Fakultas Vokasi dan Pejabat Struktural lainnya.
Melalui pengembangan bisnis baru tersebut, in.cube Artisan Coffee House diarahkan tidak sekadar sebagai tempat menikmati kopi dan makanan, tetapi sebagai ruang pembelajaran nyata bagi mahasiswa untuk memahami bagaimana sebuah bisnis dirancang, dijalankan, dikembangkan, dan dievaluasi.

Dalam sambutannya, Kaprodi S1 Kewirausahaan menekankan bahwa kehadiran Seoul Cheese Yummy Coin merupakan bentuk nyata penerapan pembelajaran kewirausahaan yang menghubungkan teori dengan praktik bisnis.
“in.cube Artisan Coffee House kami dorong bukan hanya sebagai coffee house, tetapi sebagai living laboratory bagi mahasiswa. Kehadiran Seoul Cheese Yummy Coin memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk melihat dan terlibat langsung dalam proses bisnis, mulai dari pengembangan produk, pemasaran, pelayanan, pengelolaan operasional, hingga evaluasi kinerja bisnis.”
Menurutnya, model seperti ini memberikan pengalaman yang lebih kontekstual bagi mahasiswa karena proses pembelajaran berlangsung melalui aktivitas bisnis yang nyata. Mahasiswa dapat mengembangkan kemampuan entrepreneurial mindset, kreativitas, inovasi, komunikasi, pelayanan, serta kemampuan mengambil keputusan berdasarkan kondisi pasar.
Pengembangan Seoul Cheese Yummy Coin juga menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem kewirausahaan yang memungkinkan mahasiswa tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga pelaku dan pengelola aktivitas bisnis.

Sementara itu, Dekan Fakultas Pariwisata dalam sambutannya dapat menegaskan bahwa pengembangan unit bisnis di lingkungan fakultas merupakan bagian dari upaya memperkuat kemandirian dan keberlanjutan institusi.
“Pengembangan in.cube Artisan Coffee House merupakan langkah strategis dalam membangun unit bisnis yang memberikan nilai tambah bagi Fakultas Pariwisata. Kami berharap berbagai inovasi bisnis yang dikembangkan dapat memberikan kontribusi terhadap income generating sekaligus tetap membawa fungsi akademik melalui keterlibatan mahasiswa dan dosen.”
Menurut Dekan, konsep tersebut memperlihatkan bahwa aktivitas bisnis di lingkungan perguruan tinggi dapat berjalan beriringan dengan fungsi pendidikan. Setiap aktivitas bisnis dapat menjadi sumber pengalaman pembelajaran sekaligus membuka peluang pengembangan model bisnis baru yang relevan dengan perkembangan industri pariwisata, hospitality, kuliner, dan ekonomi kreatif.
Kehadiran Seoul Cheese Yummy Coin juga memperlihatkan bagaimana in.cube dapat mengembangkan portofolio produk dan kemitraan bisnis secara lebih dinamis sesuai dengan kebutuhan dan preferensi pasar.

Dukungan terhadap pengembangan ekosistem bisnis tersebut juga disampaikan oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan. Dalam sambutannya, dapat ditekankan bahwa pengembangan bisnis di lingkungan Institut Pariwisata Trisakti perlu tetap terintegrasi dengan agenda akademik dan pengembangan kompetensi mahasiswa.
“Kami mengapresiasi inisiatif pengembangan bisnis seperti Seoul Cheese Yummy Coin karena aktivitas seperti ini memberikan ruang kepada mahasiswa untuk belajar melalui pengalaman nyata. Perguruan tinggi tidak hanya menyiapkan mahasiswa untuk memahami teori, tetapi juga perlu memberikan kesempatan untuk mengembangkan kompetensi melalui praktik, kolaborasi, inovasi, dan pengalaman mengelola bisnis.”
Lebih lanjut, pengembangan in.cube diharapkan dapat menjadi wadah kolaborasi antara program studi, fakultas, mahasiswa, alumni, mitra industri, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Dengan demikian, aktivitas bisnis yang dikembangkan tidak berdiri sendiri, tetapi dapat menjadi bagian dari ekosistem pendidikan yang mendukung pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning), kewirausahaan, pengembangan kompetensi mahasiswa, serta penguatan jejaring industri.
Pada kesempatan tersebut peresmian Seoul Cheese Yummy Coin dilakukan dengan menuangkan dough (adonan) yang dilakukan oleh Wakil Rektor I, II, III, Dekan Fakultas Pariwisata, Dekan Fakultas Vokasi dan Kaprodi Sarjana Kewirausahaan.
Seoul Cheese Yummy Coin menjadi salah satu contoh diversifikasi bisnis yang dikembangkan melalui in.cube Artisan Coffee House. Konsep ini memperluas fungsi in.cube dari sekadar coffee house menjadi sebuah ruang kolaborasi dan pembelajaran bisnis.
Mahasiswa dapat memperoleh pengalaman dalam berbagai aspek pengelolaan bisnis, antara lain:
- Product development dan inovasi produk;
- Business operation dan pengendalian kualitas;
- Marketing dan digital marketing;
- Customer experience dan service quality;
- Financial management dan pencatatan transaksi;
- Inventory dan supply chain management;
- Business performance measurement;
- Entrepreneurial problem solving; serta
- Evaluasi dan pengembangan model bisnis.
Pendekatan tersebut sejalan dengan karakter pendidikan kewirausahaan yang menempatkan pengalaman praktis sebagai bagian penting dalam membangun kompetensi mahasiswa. Pengembangan Seoul Cheese Yummy Coin di in.cube Artisan Coffee House juga diharapkan menjadi langkah awal bagi pengembangan berbagai produk dan model bisnis lainnya.
Ke depan, in.cube dapat terus mengembangkan kolaborasi dengan mahasiswa, alumni, UMKM, brand lokal, mitra industri, serta pelaku ekonomi kreatif. Dengan demikian, in.cube tidak hanya menjadi kanal penjualan, tetapi juga dapat berfungsi sebagai ruang kurasi produk, pengujian pasar, pengembangan usaha mahasiswa, serta inkubasi bisnis.
Kehadiran Seoul Cheese Yummy Coin menjadi salah satu bentuk konkret bagaimana aktivitas akademik, kewirausahaan, dan pengembangan income generating dapat diintegrasikan dalam satu ekosistem. Dengan semangat “More Than Coffee, A Space for Ideas”, in.cube Artisan Coffee House diharapkan terus berkembang menjadi ruang tempat ide bisnis diuji, dikembangkan, dan diwujudkan menjadi aktivitas bisnis yang memberikan manfaat bagi mahasiswa, institusi, dan masyarakat.
Seoul Cheese Yummy Coin kini hadir di in.cube Artisan Coffee House. Sebuah langkah baru dalam membangun pengalaman bisnis nyata, memperkuat ekosistem kewirausahaan, sekaligus mengembangkan potensi income generating Fakultas Pariwisata Institut Pariwisata Trisakti.


