JAKARTA – Rombongan mahasiswa asing dari Institut Pariwisata Trisakti sukses menyelesaikan seluruh rangkaian kegiatan Walking Tour Festival Batavia 2026 yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Jakarta Barat di kawasan cagar budaya Kota Tua, Jakarta Barat.
Pada kesempatan kali ini, para mahasiswa asing berkesempatan mengeksplorasi Rute Peninggalan Portugis di Batavia. Perjalanan diawali dari titik kumpul Gereja Sion, salah satu gereja tertua di Jakarta yang dibangun pada masa Portugis sekitar tahun 1695 dan masih berdiri kokoh hingga saat ini.

Didampingi pemandu wisata profesional dari Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI), para peserta diajak melintasi deretan peninggalan bersejarah penting. Saat berada di Gereja Sion, para mahasiswa berkesempatan melihat langsung mimbar kayu ukir kuno berarsitektur Barok, serta mencoba memainkan organ klasik peninggalan abad ke-18 yang terbuat dari kombinasi gading gajah dan kayu jati.
Perjalanan kemudian dilanjutkan menuju kawasan ikonik Museum Sejarah Jakarta (Gedung Fatahillah) untuk menelusuri jejak kehidupan masyarakat Batavia masa lalu, menyusuri Lapangan Fatahillah, hingga berhenti di lokasi Meriam Si Jagur.

Di titik Meriam Si Jagur, para mahasiswa tampak excited mendengarkan penjelasan pemandu mengenai fakta sejarah di balik meriam seberat 3,5 ton tersebut. Mereka baru mengetahui bahwa meriam tua tersebut dibuat di Makau oleh perajin Portugis bernama N.T. Bocarro, serta memiliki simbol kepalan tangan unik (fico) yang pada zaman dulu dipercaya sebagai lambang penolak bala.
Sepanjang rute penelusuran, para mahasiswa asing terlihat sangat aktif berdiskusi dengan pemandu dan mencatat berbagai wawasan baru seputar tata kota Batavia masa lalu. Rasa lelah berjalan kaki seolah terbayarkan oleh kekaguman mereka terhadap nilai-nilai sejarah dan keindahan arsitektur kuno yang masih lestari hingga hari ini.

Kegiatan walking tour ini ditutup secara hangat melalui sesi makan siang bersama seluruh peserta di Hotel Mercure Batavia. Melalui partisipasi aktif ini, mahasiswa asing Institut Pariwisata Trisakti tidak hanya mendapatkan wawasan berharga sebagai calon profesional di bidang pariwisata, tetapi juga turut berkontribusi nyata dalam memeriahkan serta mengenalkan warisan sejarah dan budaya Kota Tua Jakarta ke kancah internasional.
