Inovasi Sustainable Hospitality Antarkan Mahasiswa Institut Pariwisata Trisakti ke Jajaran Finalis IPB Business Festival 2026

Jakarta, 4 Oktober 2026 – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Institut Pariwisata Trisakti. Giandaha, NIM 2553050006, mahasiswa Program Studi Sarjana Pariwisata, berhasil menembus jajaran finalis Business Essay Competition The 9th IPB Business Festival 2026, kompetisi bisnis tingkat nasional yang diselenggarakan oleh UKM Century IPB University. The 9th IPB Business Festival merupakan ajang kompetisi nasional yang mempertemukan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi untuk mengembangkan gagasan, inovasi, pemikiran strategis, serta semangat kewirausahaan. 

Pada kompetisi yang berlangsung pada 3 sampai 4 Oktober 2026, Giandaha membawa gagasan tentang keberlanjutan industri hospitality melalui esai berjudul “Mengatasi Limbah Pangan Menjadi Sumber Daya: Penerapan Sistem Pangan Berbasis Sirkular pada Operasional Hotel dan Restoran untuk Ketahanan Iklim: Sustainable Food Security and Climate Resilience.” Karya tersebut secara khusus mengangkat persoalan limbah pangan hotel dan restoran, lalu menawarkan pendekatan ekonomi sirkular, teknologi, serta pemanfaatan kembali surplus pangan sebagai bagian dari solusi keberlanjutan. Judul, identitas peserta, serta kategori Business Essay Competition tercantum dalam materi presentasi kompetisi.

Gagasan Giandaha berangkat dari persoalan yang sangat dekat dengan industri pariwisata. Data yang digunakan dalam presentasinya menunjukkan bahwa sisa makanan mencapai 40,25 persen dari komposisi sampah nasional. Materi tersebut juga menampilkan estimasi food loss and waste sebesar 23 sampai 48 juta ton per tahun, dengan potensi kerugian ekonomi mencapai Rp213 sampai Rp551 triliun. 

Tidak berhenti pada identifikasi masalah, Giandaha menawarkan solusi yang menyentuh operasional hotel dan restoran secara langsung. Salah satunya melalui penggunaan teknologi berbasis kecerdasan buatan untuk melacak jenis dan berat limbah makanan. Data tersebut kemudian dianalisis untuk membantu koki dan pengelola merancang inventori serta porsi makanan secara lebih akurat. 

Pendekatan lainnya menempatkan makanan surplus yang masih layak konsumsi sebagai sumber daya sosial. Makanan tersebut dapat disalurkan kepada masyarakat, sedangkan limbah organik yang sudah tidak layak dikonsumsi diarahkan menuju proses biokonversi. Dalam konsep yang dikembangkan Giandaha, larva Black Soldier Fly atau BSF dapat membantu mengolah sisa organik menjadi pupuk dan pakan. Hasilnya kemudian dapat kembali mendukung petani lokal serta membentuk rantai sirkular “Farm-to-Hotel-to-Farm.” 

Keberhasilan Giandaha semakin bermakna karena kompetisi ini mempertemukannya dengan mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di Indonesia. Berdasarkan Finalist Announcement Business Essay Competition, Giandaha dari Institut Pariwisata Trisakti berada dalam jajaran finalis bersama peserta dari:
1. IPB University, melalui Fathiya Izza Taufikurrahman.
2. Universitas Diponegoro, melalui Nauval Rifat Kurniawan.
3. IPB University, melalui Aisyah Sahrani.
4. Institut Pariwisata Trisakti, melalui Giandaha.
5. Telkom University, melalui Dwi Fariha Alsyah.
6. IPB University, melalui Haugar Al Hady.

Dengan demikian, Giandaha berkompetisi dengan mahasiswa dari Telkom University, IPB University, Universitas Diponegoro. Berawal dari 30 peserta seluruh Indonesia. Kegiatan dilaksanakan 2 hari, 3 – 4 Oktober 2026. Kehadiran Institut Pariwisata Trisakti dalam kelompok finalis nasional tersebut menjadi capaian penting karena gagasan yang dibawa tidak hanya berbicara mengenai bisnis, tetapi juga menghubungkan pariwisata, hospitality, teknologi, ekonomi sirkular, ketahanan pangan, dan ketahanan iklim.

Tema yang diangkat dalam materi kompetisi adalah “Empowering Change Through Agromaritime 5.0: Brigging Technology Sustainability and Economic Growth.” ppt giandaha Gagasan Giandaha relevan dengan semangat tersebut karena menghadirkan teknologi sebagai alat untuk meningkatkan efisiensi bisnis sekaligus mengurangi tekanan lingkungan.

Prestasi ini juga memperlihatkan bahwa isu pariwisata berkelanjutan dapat dikembangkan menjadi gagasan bisnis yang konkret. Hotel dan restoran tidak hanya berperan sebagai penyedia layanan kepada wisatawan. Operasional keduanya juga dapat menjadi ruang inovasi untuk menekan pemborosan pangan, meningkatkan efisiensi biaya, mengurangi emisi, serta memberikan manfaat sosial kepada masyarakat.

Keikutsertaan Giandaha dalam The 9th IPB Business Festival 2026 menjadi pengalaman kompetitif sekaligus ruang untuk membawa nama Institut Pariwisata Trisakti ke tingkat nasional. Prestasi tersebut diharapkan dapat mendorong lebih banyak mahasiswa untuk berani membawa gagasan berbasis persoalan nyata industri, mengembangkan solusi inovatif, serta berkompetisi dengan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Visited 1 times, 1 visit(s) today
Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Pinterest

Leave a Reply