Institut Pariwisata Trisakti menerima kunjungan benchmarking dari Program Studi S1 Pariwisata Universitas Pignatelli Triputra (UPITRA) Surakarta dalam rangka penguatan pengembangan kurikulum dan peningkatan mutu akademik. Kegiatan ini dihadiri oleh Bapak Dr. Surya Fadjar Boediman, MM.Par. selaku Dekan Fakultas Pariwisata dan Bapak Dr. Arief Faizal Rachman, MT. selaku Kaprodi S1 Pariwisata Institut Pariwisata Trisakti, serta jajaran pimpinan dan dosen dari UPITRA. Pertemuan ini menjadi wadah diskusi strategis dalam menyelaraskan kurikulum pendidikan pariwisata dengan kebutuhan industri dan standar mutu pendidikan tinggi.

Dalam kesempatan tersebut, pihak UPITRA yang dipimpin oleh Bapak Oktavianus I Wayan Samuel, SE., MM. selaku Kaprodi S1 Pariwisata UPITRA, menyampaikan bahwa program studi mereka masih dalam tahap awal pengembangan, sehingga memerlukan referensi dan arahan dari institusi yang telah berpengalaman. Ibu Dr. RR. Erna Sadiarti Budiningtyas, S.Sos., M.Sc. selaku Dekan Fakultas Sosial Humaniora UPITRA menyampaikan bahwa kunjungan ini dilakukan untuk melihat secara langsung praktik pengelolaan prodi di IP Trisakti. “Kami ingin belajar dari Institut Pariwisata Trisakti, terutama dalam penyusunan kurikulum, proses pembelajaran, fasilitas, serta strategi pengembangan program studi agar ke depan kami juga dapat tumbuh dengan lebih baik,” ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, pihak Institut Pariwisata Trisakti menjelaskan pengalaman panjang dalam pengembangan kurikulum pariwisata, termasuk transformasi arah Program Studi S1 Pariwisata yang kini difokuskan pada perencanaan dan pengembangan destinasi pariwisata. Bapak Dr. Arief Faizal Rachman, MT. menyampaikan bahwa kurikulum S1 perlu memiliki pembeda yang jelas dari program vokasi. “Untuk jenjang S1, penguatan tidak hanya diarahkan pada praktik operasional, tetapi juga pada kemampuan analisis, manajerial, serta perencanaan strategis di bidang pariwisata,” jelasnya. Oleh karena itu, penyusunan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) menjadi penting agar visi, profil lulusan, capaian pembelajaran, dan kebutuhan industri dapat saling terhubung.

Diskusi juga mengangkat berbagai aspek teknis, seperti struktur kurikulum, beban SKS, pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan (PKL) maupun immersion program, serta penempatan tugas akhir. Dalam sesi diskusi, pihak IP Trisakti menekankan pentingnya keseimbangan antara pengalaman industri dan proses akademik, agar mahasiswa tetap memiliki waktu yang optimal dalam penyelesaian tugas akhir. UPITRA juga memaparkan arah pengembangan prodi yang mengintegrasikan unsur hospitalitas, wisata minat khusus, inovasi, keberlanjutan, serta perspektif multikultural dan kosmopolitan. Masukan yang diberikan menekankan bahwa kekhasan tersebut perlu dipertajam agar prodi memiliki positioning yang kuat dan tidak terlalu umum.
Selain kurikulum, pembahasan turut mencakup strategi pencapaian akreditasi unggul, penguatan sistem penjaminan mutu internal (SPMI), serta pengembangan sumber daya manusia dosen. Bapak Dr. Surya Fadjar Boediman, MM.Par. menegaskan bahwa peningkatan mutu program studi perlu dilakukan secara bertahap dan terukur. “Akreditasi yang baik tidak hanya ditentukan oleh fasilitas, tetapi juga oleh kesiapan sistem mutu, kualitas dosen, produktivitas akademik, serta keterlibatan industri dalam proses pembelajaran,” ungkapnya. Melalui kegiatan benchmarking ini, kedua institusi diharapkan dapat terus membangun sinergi dalam pengembangan pendidikan pariwisata yang unggul, relevan dengan kebutuhan industri, serta mampu menghasilkan lulusan yang berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional.
