KUNINGAN — Sebanyak 27 mahasiswa Program Magister Pariwisata Batch 34 Institut Pariwisata Trisakti (IP TRISAKTI) Jakarta melaksanakan kegiatan Field Research di Desa Wisata Kaduela dan Desa Wisata Cibuntu, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, pada 22–24 Mei 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi pembelajaran akademik sekaligus kontribusi nyata perguruan tinggi dalam mendukung pengembangan desa wisata berbasis masyarakat dan berkelanjutan.
Kegiatan dibuka secara resmi pada Jumat, 22 Mei 2026, di Pendopo Kidama kawasan wisata Talaga Biru Cicerem, Desa Kaduela. Rombongan mahasiswa dan dosen pendamping disambut oleh jajaran Pemerintah Kabupaten Kuningan melalui Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Kabupaten Kuningan, pemerintah kecamatan, serta pemerintah desa setempat.
Ketua Program Studi Magister Pariwisata IP TRISAKTI, Dr. Rina Suprina, menjelaskan bahwa kegiatan field research tidak hanya bertujuan memenuhi kewajiban akademik mahasiswa, tetapi juga diarahkan untuk menghasilkan rekomendasi strategis yang dapat diterapkan dalam pengembangan desa wisata.
“Mahasiswa melakukan observasi lapangan, wawancara mendalam, dan diskusi bersama masyarakat serta pemangku kepentingan desa. Hasil penelitian ini diharapkan mampu memberikan rekomendasi yang relevan bagi pengembangan pariwisata berkelanjutan di Kabupaten Kuningan,” ujarnya.
Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif deskrIP Trisaktiif dengan metode studi komparatif. Mahasiswa dibagi ke dalam enam kelompok penelitian dengan fokus kajian meliputi Destination Management Organization (DMO), inovasi model bisnis, dan gastronomi berkelanjutan.
Desa Wisata Cibuntu dikenal sebagai salah satu desa wisata berbasis komunitas yang telah meraih berbagai penghargaan tingkat nasional maupun internasional. Meski demikian, desa ini masih menghadapi tantangan dalam integrasi unit usaha, penguatan strategi digital, serta pengelolaan lingkungan di kawasan penyangga Taman Nasional Gunung Ciremai.
Sementara itu, Desa Wisata Kaduela menunjukkan perkembangan yang pesat melalui pengelolaan wisata berbasis BUMDes Arya Kamuning dengan destinasi unggulan seperti Telaga Biru Cicerem, Telaga Remis, dan Side Land Kaduela. Pertumbuhan tersebut dinilai perlu diimbangi dengan penguatan tata kelola lingkungan dan pemerataan manfaat ekonomi masyarakat.
Melalui penelitian komparatif kedua desa wisata tersebut, mahasiswa Institut Pariwisata Trisakti menyusun berbagai rekomendasi yang diharapkan dapat mendukung pengembangan pariwisata yang berkelanjutan secara ekonomi, sosial budaya, kelembagaan, maupun ekologis.
Kegiatan ini juga sejalan dengan arah kebijakan nasional di sektor pariwisata dan pembangunan desa, di mana pemerintah terus mendorong penguatan desa wisata berbasis komunitas, digitalisasi, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia sebagai fondasi pembangunan pariwisata Indonesia ke depan.
Sebagai institusi pendidikan tinggi yang telah menjalin kemitraan dengan Desa Wisata Cibuntu sejak 2010, Institut Pariwisata Trisakti menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam pengembangan desa wisata melalui riset, pendampingan, dan penguatan kapasitas masyarakat.
Program Magister Pariwisata Batch 34 IP TRISAKTI turut menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Kuningan, Pemerintah Kecamatan Pasawahan, Pemerintah Desa Kaduela dan Desa Cibuntu, BUMDes, Pokdarwis, pelaku UMKM, masyarakat setempat, serta seluruh dosen pendamping yang telah mendukung kelancaran kegiatan penelitian lapangan tersebut.
Sumber: EMN.

