Jakarta, 31 Agustus 2026 — Institut Pariwisata Trisakti melalui Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) menyelenggarakan kegiatan “Optimalisasi Paten Sederhana dalam Bidang Pariwisata: Strategi Hilirisasi Inovasi Dosen dan Mahasiswa” secara daring melalui Zoom. Kegiatan ini menjadi ruang bagi dosen dan mahasiswa untuk memahami lebih jauh mengenai paten sederhana, mulai dari mengenali potensi inovasi yang dapat dilindungi hingga melihat peluang pengembangannya. Pembahasan tersebut juga diarahkan pada upaya agar hasil inovasi tidak berhenti sebagai karya akademik, tetapi dapat dikembangkan dan memberikan manfaat yang lebih luas, khususnya bagi penguatan inovasi di bidang pariwisata.

Kegiatan diawali dengan sambutan Bapak Agus Riyadi, SST.Par., M.Sc., Ph.D., selaku Wakil Rektor I. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan pentingnya mendorong hasil karya dan inovasi yang lahir dari lingkungan perguruan tinggi agar tidak berhenti pada tahap penelitian. Menurutnya, inovasi perlu terus dikembangkan sehingga memiliki nilai tambah dan dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Hal tersebut sekaligus menegaskan pentingnya pemahaman mengenai perlindungan kekayaan intelektual sebagai bagian dari proses pengembangan inovasi di lingkungan akademik.

Untuk memperkuat pemahaman tersebut, sesi utama menghadirkan Prof. Dr. Nurul Taufiqu Rochman, Ph.D., M.Eng., selaku Profesor Riset pada Pusat Riset Material Maju BRIN sebagai narasumber dan dipandu oleh Ibu Dr. Devita Gantina, M.Par., selaku Kepala Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat sekaligus moderator. Dalam pemaparannya, Prof. Nurul Taufiqu Rochman mengulas berbagai hal penting terkait paten sederhana, mulai dari potensi inovasi, penelusuran kebaruan, penyusunan dokumen paten sederhana, hingga strategi hilirisasi dan komersialisasi. Melalui pembahasan tersebut, peserta memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai tahapan pengembangan dan perlindungan inovasi, sekaligus memahami bagaimana hasil karya dapat dikembangkan lebih lanjut agar memiliki nilai tambah dan peluang untuk dihilirkan.

Setelah pemaparan selesai, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung interaktif. Dosen dan mahasiswa aktif menyampaikan pertanyaan serta tanggapan seputar pengembangan dan perlindungan inovasi, sehingga peserta dapat menghubungkan materi yang disampaikan dengan berbagai potensi inovasi yang dapat dikembangkan di lingkungan akademik. Antusiasme peserta selama diskusi menunjukkan ketertarikan untuk memahami lebih jauh mengenai proses paten sederhana dan peluang pengembangan hasil karya. Melalui pemaparan dan diskusi tersebut, peserta diharapkan semakin memahami pentingnya perlindungan kekayaan intelektual serta mampu mengidentifikasi potensi inovasi dan melihat peluang pengembangannya, khususnya inovasi di bidang pariwisata, agar tidak berhenti sebagai hasil karya akademik, tetapi dapat terus dikembangkan dan memberikan manfaat yang lebih luas.
