Institut Pariwisata Trisakti Perkuat Silaturahmi dengan Lembaga Wakaf Majelis Ulama Indonesia (MUI)

Jakarta, 29 Juli 2026 – Institut Pariwisata Trisakti (IP Trisakti) melakukan silaturahmi dengan Lembaga Wakaf Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Kantor MUI Pusat, Jakarta. Silaturahmi ini membahas pengembangan wisata ramah muslim melalui rencana restorasi Kampung Buya Hamka di kawasan Danau Maninjau, Sumatera Barat, serta pengelolaan wakaf produktif sebagai salah satu alternatif pendukung pendidikan tinggi. Pertemuan tersebut juga menjadi sarana bagi kedua institusi untuk bertukar informasi, pengalaman, dan gagasan mengenai pengembangan pariwisata berbasis masyarakat yang berkelanjutan.

Tim IP Trisakti yang hadir yaitu Fetty Asmaniati, SE., MM., Rektor Institut Pariwisata Trisakti; Agus Riyadi, SST.Par., M.Sc., Ph.D., Wakil Rektor I ; Dr. Nurbaeti, MM.,QRGP Wakil Rektor II ; Dr. Devita Gantina, M.Par., Kepala Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M); Joko Haryono, M.Par.,CHIA, Kepala Pusat Bisnis Kepariwisataan serta Tri Djoko Sulistiyo S.Sos., MM., Kepala Bagian Kerja Sama, Alumni, dan JAS. Silaturahmi diawali dengan sambutan dari Sekretaris Eksekutif Lembaga Wakaf MUI, Ir. H. Andi YH Djuwaeli, MRE., CWC., yang hadir didampingi jajaran Lembaga Wakaf MUI. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini sekaligus memperkenalkan berbagai program yang dijalankan Lembaga Wakaf MUI, khususnya di bidang pengelolaan wakaf produktif. Selanjutnya, Rektor Institut Pariwisata Trisakti, Fetty Asmaniati, SE., MM., menyampaikan apresiasi atas sambutan yang diberikan serta menekankan pentingnya pertukaran informasi dan pengalaman antarlembaga dalam mendukung pengembangan pendidikan, pengabdian kepada masyarakat, dan sektor pariwisata.

Pembahasan dalam kegiatan tersebut difokuskan pada rencana restorasi Kampung Buya Hamka di kawasan Danau Maninjau, Sumatera Barat. Kawasan tersebut memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata religi, budaya, dan edukasi yang mengangkat nilai-nilai serta keteladanan Buya Hamka. Pengembangannya diarahkan melalui konsep wisata ramah muslim dengan melibatkan masyarakat dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), serta didukung rencana pembangunan homestay berbasis masyarakat yang saat ini masih dalam tahap studi kelayakan. Rencana tersebut mencakup pengembangan sekitar 100 rumah yang akan dioptimalkan menjadi tiga kamar homestay pada setiap rumah sehingga tersedia sekitar 300 kamar bagi wisatawan. Pada kesempatan tersebut, Kepala Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) IP Trisakti, Dr. Devita Gantina, M.Par., memaparkan pengalaman pendampingan desa wisata di berbagai daerah sebagai bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. Salah satu capaian yang turut disampaikan ialah keberhasilan salah satu desa binaan IP Trisakti meraih Juara II Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) Tingkat Nasional sebagai praktik baik dalam pengembangan pariwisata berbasis masyarakat.

Selain pengembangan desa wisata, kedua institusi juga mendiskusikan pengelolaan wakaf produktif sebagai salah satu alternatif pendukung pembiayaan pendidikan tinggi. Pengelolaan dana wakaf secara produktif diharapkan dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan untuk mendukung berbagai program pendidikan, termasuk pemberian beasiswa kepada mahasiswa.

Visited 1 times, 4 visit(s) today
Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Pinterest

Leave a Reply