Jakarta – Institut Pariwisata Trisakti (IP Trisakti) melaksanakan studi banding ke Migrant Center Institut STIAMI sebagai salah satu langkah memperkuat kerja sama antarlembaga sekaligus mempelajari pengelolaan pusat layanan dan pendampingan bagi calon Pekerja Migran Indonesia (PMI).
Kunjungan yang dilaksanakan pada 22 September 2026 tersebut disambut langsung oleh Rektor Institut STIAMI, Prof. Dr. Sylviana Murni, S.H., M.Si., bersama jajaran pengelola Migrant Center Institut STIAMI.
Prof. Sylviana Murni menyambut baik kunjungan Institut Pariwisata Trisakti dan menyampaikan rasa senangnya atas keberlanjutan hubungan kerja sama antara kedua institusi. Ia berharap kolaborasi yang telah terjalin dapat terus dikembangkan melalui berbagai program nyata yang memberikan manfaat bagi mahasiswa, alumni, institusi, dan masyarakat.

Institut Pariwisata Trisakti dan Institut STIAMI sebelumnya telah resmi menjalin kerja sama strategis melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) pada 19 November 2024. Kerja sama tersebut diarahkan untuk memperkuat pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Sebagai salah satu bentuk tindak lanjut kerja sama tersebut, studi banding ini difokuskan pada pengelolaan Migrant Center, yang berfungsi sebagai pusat layanan terpadu (one-stop service) untuk membantu mempersiapkan dan membina calon Pekerja Migran Indonesia agar memiliki kompetensi, kesiapan, serta pemahaman mengenai prosedur bekerja di luar negeri secara legal dan terlindungi.
Dr. Novita Widyastuti Sugeng, M.Si.Par., CIIQA., QCRO., Wakil Rektor III Institut Pariwisata Trisakti, menyampaikan apresiasi kepada Institut STIAMI atas kesempatan yang diberikan kepada IP Trisakti untuk mempelajari pengelolaan Migrant Center.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada Rektor Institut STIAMI beserta seluruh jajaran atas sambutan dan kesempatan yang diberikan kepada Institut Pariwisata Trisakti untuk belajar mengenai pengelolaan Migrant Center. Kegiatan ini sangat relevan dengan upaya kami dalam memperluas peluang dan mempersiapkan mahasiswa serta lulusan agar memiliki kesiapan untuk berkarier di tingkat internasional secara kompeten, aman, dan sesuai ketentuan yang berlaku,” ungkap Dr. Novita.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata tindak lanjut kerja sama antara kedua institusi.
“Kami berharap dari pertemuan ini dapat lahir program-program implementatif, khususnya dalam peningkatan kompetensi, pendampingan calon pekerja migran, serta pengembangan jejaring dengan mitra terkait. Semoga kolaborasi kedua institusi dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi mahasiswa, alumni, dan masyarakat,” tambahnya.
Dalam sesi diskusi, tim Migrant Center Institut STIAMI berbagi pengalaman mengenai model pengelolaan Migrant Center, mulai dari aspek kelembagaan, pembinaan dan peningkatan kompetensi calon pekerja migran, aspek legal, hingga pembangunan jejaring dengan mitra terkait.
Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah bahwa penyelenggaraan Migrant Center membutuhkan kolaborasi multipihak, termasuk dengan pihak ketiga atau lembaga yang memiliki kewenangan dalam proses penempatan pekerja migran ke luar negeri. Dengan demikian, perguruan tinggi dapat berfokus pada pembekalan kompetensi dan kesiapan mahasiswa maupun alumni, sementara proses penempatan dilaksanakan bersama mitra yang sesuai dengan ketentuan peraturan yang berlaku.
Diskusi juga membahas berbagai peluang pengembangan program, di antaranya beasiswa bagi putra-putri pekerja migran, program afirmasi pendidikan, peningkatan keterampilan, pembekalan sebelum bekerja di luar negeri, serta pendampingan bagi calon pekerja migran.
Bagi Institut Pariwisata Trisakti, studi banding ini menjadi referensi penting dalam mengkaji peluang pengembangan Migrant Center yang disesuaikan dengan karakteristik pendidikan tinggi pariwisata. Hal tersebut sejalan dengan semakin luasnya kesempatan kerja internasional bagi lulusan di bidang pariwisata, perhotelan, kuliner, perjalanan wisata, dan sektor terkait lainnya.

Dalam kegiatan tersebut, Institut STIAMI diwakili oleh Prof. Dr. Sylviana Murni, S.H., M.Si., Rektor; Dr. Dedy Kusna Utama, S.Sos., M.A., Ketua Migrant Center/Direktur Kemitraan dan Pengembangan Usaha; Dr. Nur Fitri Rahmawati, S.A.B., M.A., Pengurus Migrant Center/Dekan FISMA; Noviandari Sari Utami, S.A.B., M.A., Pengurus Migrant Center/Kepala Sekretariat Institut; Dr. Saktisyahputra, S.I.Kom., M.I.Kom., Pengurus Migrant Center/Kepala Laboratorium; M. Budi Cahyono, S.E., Pengurus Migrant Center/Kepala Bagian Kemitraan; serta Marifa Anandita Sari, S.H., M.H., Pengurus Migrant Center/Legal.
Sementara delegasi Institut Pariwisata Trisakti terdiri atas Dr. Novita Widyastuti Sugeng, M.Si.Par., CIIQA., QCRO., Wakil Rektor III; Tri Djoko Sulistiyo, S.Sos., M.M., Kepala Bagian JAS, Kerja Sama dan Alumni; Triana Rosalina Dewi, S.E., M.M., Kasubag Kerja Sama; Emenina, SST., M.Par., Kasubag Alumni; serta Bella Des Kharin, S.Tr.Par., M.Par., Kasubag JAS.
Melalui kegiatan ini, Institut Pariwisata Trisakti dan Institut STIAMI berharap kerja sama yang telah terjalin tidak hanya berhenti pada dokumen MoU, tetapi terus berkembang melalui program konkret dan berkelanjutan yang mampu meningkatkan kompetensi serta memperluas peluang karier mahasiswa dan alumni di tingkat nasional maupun internasional.
