Bekasi, 1 Juli 2026 – Institut Pariwisata Trisakti berkolaborasi dengan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Trisakti dan Tim GUYUB (Gerai Pemberdayaan Umat Sanbarto) menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) berupa Pelatihan Keterampilan Pembuatan Kue di Gereja Sanbarto, Bekasi. Kegiatan yang diikuti oleh sekitar 80 peserta ini bertujuan untuk membekali peserta dengan keterampilan membuat aneka kue basah dan kue kering yang dapat dikembangkan sebagai peluang usaha sekaligus meningkatkan kapasitas ekonomi masyarakat.
Kegiatan diawali dengan sambutan dari Romo Gereja Sanbarto yang menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kolaborasi ini sebagai bentuk kepedulian perguruan tinggi dalam mendukung peningkatan keterampilan masyarakat. Sambutan kemudian disampaikan oleh Wawa Santoso, S.E., M.M. dari STIE Trisakti yang turut menjembatani kerja sama antara STIE Trisakti dan Gereja Sanbarto. Selanjutnya, Dr. Devita Gantina, M.Par., selaku Kepala Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Institut Pariwisata Trisakti, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang diharapkan dapat memberikan manfaat nyata melalui peningkatan keterampilan yang aplikatif bagi para peserta.

Pelatihan kemudian dilaksanakan dalam bentuk praktik secara langsung dengan menghadirkan para dosen Institut Pariwisata Trisakti sebagai instruktur pembuatan berbagai jenis kue. Chef Dr. Mohammad Syaltut, M.Par. menjadi instruktur pembuatan cheese stick, Chef Pramudito, S.Pd., M.M. menjadi instruktur pembuatan nastar, Chef Faiza Rachim, M.Par. menjadi instruktur pembuatan putri salju, Chef Alifatul Maulana, M.Par. menjadi instruktur pembuatan serabi, Chef Edy Marzuky, M.Par. menjadi instruktur pembuatan kue pancong, Chef Chairul Salim, M.Par. menjadi instruktur pembuatan linzer cookies, serta Chef Indira Sekarpuri Pradhipta menjadi instruktur pembuatan balapis.
Selama pelatihan berlangsung, para peserta terlibat aktif dalam setiap tahapan pembuatan kue, mulai dari menyiapkan bahan, proses pengolahan, hingga penyajian hasil akhir. Suasana pelatihan berlangsung interaktif sehingga peserta dapat berdiskusi secara langsung dengan para instruktur sekaligus mempraktikkan teknik pembuatan setiap produk.
Selain pelatihan praktik, peserta juga mengikuti sesi mengenai quality control yang disampaikan oleh tim dosen STIE Trisakti. Pada sesi ini, peserta memperoleh pemahaman mengenai pentingnya menjaga kualitas produk, konsistensi hasil, kebersihan dalam proses produksi, serta standar yang perlu diperhatikan agar produk yang dihasilkan memiliki kualitas yang baik dan mampu bersaing di pasaran.

Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa Institut Pariwisata Trisakti dari Program Studi D4 Pengelolaan Perhotelan, S1 Bisnis Digital, dan S1 Kewirausahaan sebagai asisten instruktur selama pelatihan berlangsung. Para mahasiswa membantu menyiapkan bahan, mendampingi peserta saat praktik, serta mendukung kelancaran setiap sesi pelatihan. Keterlibatan mahasiswa menjadi bagian dari pembelajaran berbasis pengalaman sekaligus implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan, dilakukan penyerahan sertifikat kepada para dosen Institut Pariwisata Trisakti yang berperan sebagai instruktur serta kepada mahasiswa yang telah berkontribusi sebagai asisten instruktur selama pelatihan. Sertifikat diserahkan oleh Wawa Santoso, S.E., M.M. sebagai bentuk apresiasi atas kolaborasi dan kontribusi seluruh pihak dalam menyukseskan kegiatan. Acara kemudian ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbol terjalinnya sinergi antara Institut Pariwisata Trisakti, STIE Trisakti, Tim GUYUB (Gerai Pemberdayaan Umat Sanbarto), dan Gereja Sanbarto dalam menghadirkan program pengabdian kepada masyarakat yang bermanfaat dan berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, Institut Pariwisata Trisakti bersama STIE Trisakti dan Tim GUYUB menunjukkan komitmennya dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Pelatihan ini berkontribusi terhadap SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat, SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) dengan membekali peserta keterampilan yang dapat dikembangkan menjadi peluang usaha, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, komunitas, dan lembaga keagamaan dalam menghadirkan program pengabdian kepada masyarakat yang berdampak dan berkelanjutan.
