Jakarta, 29 April 2026 – Ratusan peserta memadati kawasan kampus Institut Pariwisata Trisakti dengan satu tujuan yang sama: membuka peluang karier di industri pariwisata. Momentum tersebut terwujud melalui penyelenggaraan Trisakti Tourism Job Fair and Internship Expo 2026, yang menghadirkan puluhan mitra industri nasional dan internasional dalam satu ruang kolaborasi.
Kegiatan diselenggarakan selama dua hari, 28–29 April 2026, kegiatan ini menjadi platform strategis yang mempertemukan dunia akademik dengan dunia usaha. Tidak sekadar bursa kerja, expo ini dirancang sebagai upaya konkret untuk memastikan lulusan memiliki kesiapan yang selaras dengan kebutuhan industri yang terus berkembang.
Pada hari pertama, Wakil Rektor III Bidang Kerja Sama, Pemasaran, Jasa, dan Alumni, Ibu Dr. Novita Widyastuti, ., S.ST.Par, M.Si.Par., CIIQA, QCRO menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen institusi dalam mencetak sumber daya manusia pariwisata yang unggul dan kompetitif. Ia mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil tracer study, lulusan IP Trisakti menunjukkan capaian yang sangat baik, dengan kemampuan bekerja dalam tim mencapai 96,6 persen serta kemampuan pengembangan diri sebesar 95,9 persen.
“Capaian ini menunjukkan bahwa lulusan kami tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga soft skills yang kuat dan kesiapan kerja yang tinggi,” ujarnya saat membuka kegiatan.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa tingkat serapan lulusan di dunia kerja tergolong tinggi dalam waktu relatif singkat setelah kelulusan. Kehadiran puluhan mitra industri dalam kegiatan ini menjadi indikator kuat atas kepercayaan dunia usaha terhadap kualitas lulusan IP Trisakti, sekaligus membuka akses nyata bagi mahasiswa untuk menjajaki karier sejak dini.
Apresiasi terhadap kegiatan ini juga disampaikan oleh Kepala Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Jakarta Selatan, Bapak Jonie P. Rumimper, yang menilai bahwa kegiatan semacam ini sangat relevan dalam mempersiapkan talenta pariwisata di tengah dinamika Jakarta sebagai kota global. Ia mendorong mahasiswa untuk memanfaatkan kesempatan ini dalam membangun jejaring profesional dan meningkatkan kesiapan menghadapi persaingan kerja.

Di sela rangkaian kegiatan, Institut Pariwisata Trisakti bersama Rosewood Hong Kong dan PT Suri Nusantara Jaya melaksanakan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) sebagai langkah strategis dalam memperkuat kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri internasional.
Penandatanganan MoU ini menjadi momentum penting dalam membuka peluang kerja sama yang lebih luas, khususnya dalam bidang pengembangan sumber daya manusia, program magang (internship), penempatan kerja lulusan, serta peningkatan kompetensi mahasiswa sesuai dengan standar industri global.
Memasuki hari kedua, kegiatan semakin diperkaya dengan sambutan dari Wakil Rektor I IP Trisakti, Bapak Agus Riyadi, M.Sc., Ph.D., CHIA yang menekankan pentingnya kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri.
“Penyelenggaraan kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen kami dalam menjembatani dunia pendidikan dengan kebutuhan industri. Kami tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga memastikan bahwa lulusan memiliki kompetensi yang relevan dan siap bersaing di dunia kerja,” ungkapnya.

Ia juga menyoroti kehadiran 43 mitra industri pariwisata sebagai momentum strategis yang tidak hanya mencerminkan kepercayaan terhadap kualitas lulusan, tetapi juga membuka peluang konkret bagi mahasiswa untuk berinteraksi langsung dengan dunia kerja.
“Kami percaya bahwa kolaborasi yang erat antara perguruan tinggi dan dunia usaha akan menghasilkan sumber daya manusia yang profesional, adaptif, dan mampu bersaing di tingkat global,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Agus Riyadi turut mengajak mahasiswa untuk memanfaatkan peluang ini secara optimal, mulai dari mempersiapkan diri, menunjukkan kompetensi terbaik, hingga membangun jaringan profesional sebagai bekal karier di masa depan.
Kegiatan ini menghadirkan berbagai perusahaan dari sektor perhotelan, destinasi wisata, travel management, rumah sakit, hingga industri kreatif. Melalui booth rekrutmen, sesi presentasi perusahaan, serta konsultasi karier, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan perekrut dan memahami kebutuhan industri secara lebih mendalam.
Bagi mahasiswa, expo ini menjadi lebih dari sekadar ajang pencarian kerja. Ia merupakan pintu awal untuk memasuki dunia profesional sekaligus ruang pembelajaran untuk mengukur kesiapan diri menghadapi standar industri global yang semakin kompetitif.
Di tengah transformasi industri pariwisata yang dinamis, kolaborasi antara perguruan tinggi dan dunia usaha seperti ini menjadi elemen krusial dalam menciptakan lulusan yang adaptif, profesional, dan berdaya saing tinggi.








