IP Trisakti dan PATA Indonesia Chapter Gelar International Conference on Community Service (ICCS 2026), Dorong Transformasi Pariwisata melalui AI dan Inovasi Digital

JAKARTA. Institut Pariwisata Trisakti (IP Trisakti) bersama Pacific Asia Travel Association (PATA) Indonesia Chapter menyelenggarakan International Conference on Community Service (ICCS) 2026 secara daring dari Kampus IP Trisakti Bintaro, Jakarta, Senin, 28 September 2026. Kegiatan dalam rangka peringatan World Tourism Day (WTD) 2026 ini mengusung tema “Creating the Future of Tourism Development through Digital Innovation and AI”.

Konferensi tersebut mempertemukan kalangan akademisi, pemerintah, industri, dan komunitas untuk membahas pemanfaatan kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI) dalam pengembangan pariwisata. Sebanyak sekitar 706 peserta mengikuti kegiatan secara daring. Forum ini juga menampilkan 39 makalah ilmiah dari peneliti berbagai institusi di lima negara.

Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Widiyanti Putri Wardhana, membuka kegiatan secara resmi. CEO PATA Indonesia Chapter, Poernomo Siswoprasetijo, hadir sebagai pembicara kunci. Keterlibatan berbagai pihak tersebut memperkuat pembahasan mengenai inovasi digital, pengembangan destinasi, dan pengabdian kepada masyarakat.

Dalam sambutannya, Widiyanti menegaskan bahwa teknologi digital dan AI menjadi instrumen penting untuk membangun pariwisata Indonesia yang berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan. Ukuran keberhasilan pariwisata, menurutnya, tidak hanya terletak pada jumlah kunjungan, tetapi juga pada manfaat ekonomi, kesejahteraan masyarakat, serta perlindungan budaya dan lingkungan.

Ia menguraikan tiga bidang pemanfaatan teknologi, yakni pengembangan destinasi dan investasi, penguatan sumber daya manusia, serta promosi dan pengalaman wisatawan. Analisis data dan pemetaan arus pengunjung dapat mendukung perencanaan infrastruktur serta pengelolaan daya dukung kawasan. Pada saat yang sama, keterampilan digital dibutuhkan agar tenaga kerja pariwisata mampu meningkatkan mutu pelayanan.

Widiyanti juga memperkenalkan Maya, asisten virtual berbasis AI di platform Indonesia.travel yang mendukung 18 bahasa. Layanan tersebut membantu wisatawan menemukan informasi destinasi dan menyusun rencana perjalanan. Ia mengapresiasi IP Trisakti dan PATA Indonesia Chapter yang telah menghadirkan forum diskusi lintas sektor mengenai masa depan pariwisata.

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan IP Trisakti, Dr. Agus Riyadi, Ph.D., CHIA, QCRO, menyampaikan bahwa kolaborasi perguruan tinggi, pemerintah, industri, dan masyarakat diperlukan agar perkembangan teknologi memberi hasil nyata. Penguatan kapasitas sumber daya manusia harus berjalan seiring dengan adopsi AI dalam pengelolaan destinasi dan peningkatan layanan.

“Teknologi berkembang cepat, tetapi yang terpenting adalah bagaimana inovasi tersebut dapat memberi dampak positif bagi manusia, masyarakat, dan lingkungan,” ujar Agus sebagaimana diberitakan Suara Karya dan RRI.

Konferensi turut menghadirkan Dr. Sofian Lusa dari Osnova Cyber Innovation; Noor Ahmad Hamid dari PATA Thailand; Prof. Erdogan Ekiz dari Central Asian University, Uzbekistan; Dr. Cahyo Alkantana dari Bravo 360 Adventure; Prof. Zhu Jingsheng dari Guilin Tourism University, Tiongkok; serta Malone Cristianto Liu dari Stay of Timor. Kehadiran pembicara lintas negara memperluas pertukaran pengalaman mengenai penerapan teknologi di sektor pariwisata.

Wakil Rektor Bidang Kerja Sama, Alumni, Pemasaran, dan Job Arrangement IP Trisakti, Dr. Novita Widyastuti, CIIQA, QCRO, menjelaskan bahwa ICCS 2026 turut menyediakan ruang bagi dosen dan mahasiswa untuk mempresentasikan hasil pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari penerapan Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya pengembangan ilmu pengetahuan yang menjawab kebutuhan komunitas.

“Kita sumbangkan lagi ilmu yang kita peroleh di bangku kuliah ke masyarakat desa, sehingga ekonomi berputar di pedesaan,” ujar Novita. Ia menilai pengembangan pariwisata juga perlu memperhatikan aksesibilitas, konektivitas, dan infrastruktur agar potensi destinasi, termasuk di wilayah timur Indonesia, dapat memberi manfaat ekonomi bagi warga.

Sementara itu, Poernomo menyoroti perubahan cara destinasi dipromosikan dan pengalaman perjalanan dikembangkan melalui AI serta pemanfaatan data. Ia mengingatkan bahwa inovasi tidak cukup berhenti pada penggunaan teknologi, tetapi juga perlu memperkuat usaha pariwisata dan komunitas lokal. Kerja sama PATA Indonesia Chapter dan IP Trisakti membuka ruang dialog antara pendidikan tinggi, industri, dan mitra internasional.

Penyelenggaraan ICCS 2026 melibatkan berbagai perguruan tinggi, antara lain President University, Podomoro University, Universitas Bina Sarana Informatika, Matana University, Politeknik Pariwisata Lombok, Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional, serta Politeknik Bintan Cakrawala. Dukungan industri antara lain datang dari Jawa Timur Park Group, Dairyland, EIS Hospitality, ITDC, dan Mias Hospitality.

Melalui penyelenggaraan ICCS 2026, IP Trisakti bersama para mitra memperkuat jejaring akademik dan industri sekaligus mendorong pemanfaatan teknologi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Forum ini menempatkan inovasi digital, pengembangan kompetensi, dan pengabdian kepada masyarakat sebagai bagian dari upaya membangun pariwisata yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Visited 2 times, 2 visit(s) today
Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Pinterest

Leave a Reply