Tindak Lanjut MoU, Institut Pariwisata Trisakti Lakukan Kunjungan ke Arus Liar untuk Diskusi Implementasi Kerja Sama

Setelah resmi menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) pada 9 Maret 2026 lalu, Institut Pariwisata Trisakti terus menunjukkan komitmen nyata dalam menjalin kemitraan strategis di sektor pariwisata. Salah satu bentuk tindak lanjut tersebut adalah kunjungan langsung ke base camp Arus Liar, sebuah destinasi wisata berbasis petualangan dan alam.

Kunjungan yang berlangsung baru-baru ini dipimpin langsung oleh Fetty Asmaniati, SE., MM. selaku Rektor Institut Pariwisata Trisakti bersama jajaran pimpinan kampus. Rombongan turut didampingi oleh Novita Widyastuti Sugeng, SE., MM. selaku Wakil Rektor Bidang Marketing, JAS, Kerja Sama, dan Alumni; Dr. Arief Faizal Rachman, SST., MT. selaku Ketua Program Studi S1; Nelawati, SE., MM. selaku Kepala Bagian Keuangan; serta Triana Rosalina Dewi, SE., MM. selaku Kepala Sub Bagian Kerja Sama.

Tim Institut Pariwisata Trisakti disambut hangat oleh Dr. Amalia Yunita selaku Founder dan CEO Arus Liar, Cahyo Alkantana, Ph.D. selaku Founder Bravo 360 Adventure Citarik Sukabumi, serta Kunang selaku Manager Arus Liar. Suasana akrab dan penuh antusiasme mewarnai pertemuan yang bertujuan mempercepat realisasi implementasi kerja sama di berbagai bidang.

Dalam sesi diskusi yang berlangsung hangat, kedua pihak turut memetakan sejumlah peluang kerja sama konkret. Beberapa poin utama yang menjadi fokus antara lain guest lecture, program praktik magang mahasiswa, pengabdian kepada masyarakat, riset bersama, hingga lokakarya mengenai adventure tourism dan keberlanjutan.

Rombongan tidak hanya melakukan diskusi, tetapi juga diajak menyusuri langsung area pengelolaan Arus Liar. Tim Institut Pariwisata Trisakti berkesempatan mengamati secara mendalam potensi wisata petualangan yang memadukan unsur arung jeram (rafting), wahana ATV, serta fasilitas akomodasi pendukung.

Rombongan juga mencoba langsung sejumlah aktivitas unggulan yang tersedia. Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman praktis mengenai konsep adventure tourism, yaitu pendekatan pariwisata yang mengutamakan aktivitas fisik, lingkungan alam, serta keterlibatan budaya dan pengalaman wisatawan.

“Kunjungan ini memberi kami gambaran nyata bagaimana sebuah destinasi petualangan dapat dikelola dengan tetap menjaga keberlanjutan alam. Ini menjadi bahan berharga untuk pengembangan kurikulum dan program praktik industri mahasiswa,” ujar Fetty Asmaniati dalam keterangannya.

Salah satu momen paling simbolis dalam kunjungan tersebut adalah kegiatan penanaman pohon durian. Pohon durian dipilih sebagai simbol komitmen bersama untuk membangun kerja sama yang kuat, bertumbuh, dan memberikan manfaat jangka panjang bagi kedua institusi. Penanaman pohon ini merepresentasikan semangat kolaborasi yang berakar kuat dan diharapkan kelak akan “berbuah manis” melalui berbagai program kerja sama yang berkelanjutan. Lebih dari sekadar seremoni, kegiatan ini juga menegaskan visi bersama dalam mendukung sustainable tourism serta pelestarian lingkungan dan ekosistem alam.

Dr. Amalia Yunita menyambut baik langkah cepat yang dilakukan Institut Pariwisata Trisakti. “Kami di Arus Liar percaya bahwa kolaborasi antara akademisi dan praktisi industri seperti ini merupakan kunci untuk mencetak generasi pariwisata yang tidak hanya cakap secara teknis, tetapi juga memiliki kesadaran tinggi terhadap pentingnya menjaga alam,” tuturnya.

Dengan terlaksananya kunjungan tindak lanjut ini, Institut Pariwisata Trisakti dan Arus Liar optimistis bahwa berbagai program implementasi kerja sama akan segera direalisasikan dalam waktu dekat dan memberikan manfaat nyata bagi dunia pendidikan maupun industri pariwisata Indonesia.

Visited 1 times, 1 visit(s) today
Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Pinterest

Leave a Reply