Institut Pariwisata Trisakti (IP Trisakti) menggelar kegiatan bertajuk “Industry & Alumni High Tea”. Kegiatan tersebut mengundang alumni dan mitra industri pariwisata Pulau Dewata.
High Tea menjadi platform strategis untuk berbagi ide, pengalaman, dan memperkuat sinergi dalam pengembangan sektor pariwisata. Acara diisi dengan Mini Talkshow dan Tanya Jawab terkait Link and Match Industri Pariwisata dengan Pendidikan serta Peran Alumni demi Keberlangsungan Lembaga.
Mini Talkshow diisi Nawawi Halik, S.Kom., M.Par.,CHA.,CHIA., yang merupakan Alumni LJ dan Master Tourism 2020, dan Learning Development Manager & Industrial Relationship W Hotel Bali I Wayan Gede Jayanadi serta dimoderatori Agus Riyadi, SST.Par.,M.Sc.,Ph.D.CHIA.,QCRO. Acara ini dihadiri oleh sejumlah pimpinan IP Trisakti, termasuk Rektor IP Trisakti, Fetty Asmaniati, S.E.,M.M., Wakil Rektor I, Agus Riyadi, PhD., Wakil Rektor III, Dr. Novita Widyastuti; serta Emenina, M.Par, Kasubag Alumni.
Sekitar 50 peserta lainnya, termasuk alumni dari berbagai program IP Trisakti dan perwakilan mitra industri pariwisata juga ikut berpartisipasi. Rektor IP Trisakti, Fetty Asmaniati, SE.,M.M., mengatakan kegiatan ini bertujuan mempererat hubungan antara dunia pendidikan, alumni, dan pelaku industri pariwisata.
“Dengan lokasi strategis di Bali, pusat pariwisata internasional, High Tea ini memperkuat komitmen IP Trisakti untuk terus berkontribusi dalam pengembangan pariwisata lokal dan global,” katanya di sela-sela acara yang berlangsung di Fairfield by Marriott Bali Kuta Sunset Road, Sabtu (21/12/2024) sore.
“Diharapkan, para alumni dan mitra dapat berbagi inspirasi serta membuka peluang baru yang bermanfaat bagi kemajuan sektor pariwisata,” imbuhnya.
Selain itu, momen ini juga memberikan peluang istimewa bagi para peserta untuk membangun jaringan, berbagi wawasan profesional, dan menciptakan kolaborasi baru. Apalagi, acara ini dirancang untuk menjadi jembatan antara mahasiswa dan para profesional, mendukung kolaborasi konkret antara pendidikan dan industri pariwisata.
“Di samping juga untuk mengajak siapapun yang ingin menempuh studi lanjut agar memilih IP Trisakti,” ujarnya.
Dikatakan, mahasiswa IP Trisakti tidak saja training di daerah Jabodetabek, tetapi banyak yang memilih melakukan training di Bali sebagai pilihan kedua. Sebab, pariwisata Bali sudah mendunia.
“Untuk training kedua, mahasiswa IP Trisaksi lebih memilih ke luar negeri, seperti di Hongkong,” jelasnya
“Pada kesempatan ini, kami mengucapkan terima kasih kepada semua industri yang telah memberikan kesempatan kepada mahasiswanya untuk training. Sehingga, banyak lulusan IP Trisakti diserap di industri pariwisata,” sambungnya.
Salah seorang alumni IP Trisakti yang saat ini menjadi GM Hotel di Bali, Nawawi Halik mengaku bangga menjadi alumni IP Trisaksi. Dikatakan, lulusan IP Trisakti sudah tersebar dan beberapa yang menjadi General Manager (GM) hospitality.
“Saya berharap para mahasiswa IP Trisaksi bisa lebih berkualitas untuk bisa merebut pimpinan di industri pariwisata pada usia di bawah 40 tahun. Apalagi, banyak GM hospitality yang mengajar di IP Trisaksi,” katanya.