IP Trisakti Borong Juara di Le Grand Chef Competition, Raih Best Score Hingga Bawa Pulang Gold Medal

Jakarta (14/02) — Institut Pariwisata Trisakti kembali membuktikan diri sebagai salah satu “pabrik talenta” kuliner terbaik tanah air. Dalam ajang Le Grand Chef Competition yang didukung oleh ROSE Brand dan Prochiz, delegasi Institut Pariwisata Trisakti tampil dominan dan sukses mencuri perhatian sejak awal hingga akhir kompetisi.

Bukan sekadar menang—Institut Pariwisata Trisakti memborong Best Score dan mengamankan Gold Medal di berbagai kategori bergengsi. Pencapaian ini menjadi sinyal kuat bahwa kreativitas, ketekunan, dan kualitas pembinaan mahasiswa Trisakti berada di level kompetitif yang siap “tanding” di panggung besar.

Banjir Emas di Kategori Modern Jajanan Pasar Plated Dessert (Class 02), di kategori (Class 02) Modern Jajanan Pasar Plated Dessert, dua wakil Institut Pariwisata Trisakti tampil gemilang dan sukses membawa pulang prestasi tertinggi: Gold Medal: Winda Hayu Andaya (S.Tr. Hotel 2024), Gold Medal & Best Score: Aisyah Turridho (S.Tr. Hotel 2024) Keduanya menunjukkan bahwa jajanan pasar, ketika disentuh teknik modern plating dan ide yang segar, bisa berubah menjadi hidangan dessert kelas kompetisi, rapi, elegan, dan penuh kejutan rasa.

Tradisi Naik Kelas: Gold Medal & Best Score di Indonesia Traditional – Jajan Pasar tak berhenti di modern, Trisakti juga “mengunci” kemenangan di ranah tradisional. Dalam kategori Indonesia Traditional – Jajan Pasar, performa tim Trisakti benar-benar mengangkat warisan kuliner Indonesia ke panggung kompetisi dengan detail yang presisi:

Gold Medal & Best Score: Delsya Trie Anjani (STr. Hotel 2024) & Zaskia Nurul Inayah (S.Tr. Hotel 2024) Dari olahan, keseimbangan rasa, tekstur, hingga presentasi—karya mereka menjadi standar emas di kategori ini.

Kategori Modern Free Style Maincourse Chicken – Prochiz: Best Score Tetap Diamankan di kategori Modern Free Style Maincourse Chicken – Prochiz, persaingan berlangsung ketat. Bahkan, pada kategori ini tidak ada Gold Medal—nilai tertinggi hanya sampai Silver Medal. Namun, Institut Pariwisata Trisakti tetap tampil sebagai yang terbaik dengan meraih Best Score.

Silver Medal & Best Score di raih oleh Usy Nguyen Armadina (S.Tr. Hotel 2025), Bronze Medal: Faries Mayer (S.Tr. Hotel 2025) Hasil ini menegaskan bahwa mahasiswa Trisakti tidak hanya kuat di dessert dan tradisional, tetapi juga mampu bersaing di maincourse modern yang menuntut teknik, ketepatan, serta konsistensi rasa.

Le Grand Chef Competition dirancang sebagai wadah untuk memberdayakan para koki profesional dalam menyempurnakan keterampilan, kreativitas, serta menginspirasi lewat kreasi kuliner inovatif. Ajang ini juga secara tidak langsung menjadi panggung promosi positif bagi tempat para peserta berkarya, karena setiap piring yang tampil membawa cerita, identitas, dan kualitas institusi maupun industri yang menaungi mereka.

Dengan dedikasi yang tak tergoyahkan, para peserta hadir dengan satu misi: menciptakan hidangan luar biasa yang mampu memikat juri dan meninggalkan jejak di dunia kuliner. Kompetisi ini terbuka luas untuk berbagai latar belakang, mulai dari chef profesional, mahasiswa, siswa, pengajar, perusahaan katering, hingga peserta dari luar negeri.

Rangkaian kemenangan Institut Pariwisata Trisakti dalam kompetisi ini bukan sekadar keberuntungan. Ini adalah hasil dari latihan serius, pembinaan yang terarah, dan keberanian mahasiswa untuk mengeksplorasi ide, teknik, dan karakter rasa.

Dengan torehan Gold Medal, Silver Medal, Bronze Medal, dan deretan Best Score, Institut Pariwisata Trisakti kembali menegaskan posisinya sebagai institusi pendidikan pariwisata yang tak hanya mendidik, tetapi juga melahirkan game changer di dunia kuliner.

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Pinterest

Leave a Reply