Jakarta, 23 Oktober 2026 – Institut Pariwisata Trisakti (IPT) menerima kunjungan benchmarking atau studi banding dari Politeknik Pariwisata Bali dalam rangka mempelajari pelaksanaan dan pengelolaan Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). Kunjungan ini menjadi sarana pertukaran informasi dan pengalaman antarlembaga pendidikan tinggi pariwisata, khususnya dalam mengembangkan sistem pengakuan atas pengalaman kerja dan pembelajaran yang telah diperoleh calon mahasiswa.

Dalam kunjungan tersebut, Politeknik Pariwisata Bali diwakili oleh Ibu Clearesta Adinda, Dosen Program Studi Pengelolaan Perhotelan (PPH). Kedatangan beliau disambut oleh Dekan Fakultas Vokasi Institut Pariwisata Trisakti, Bapak Dr. Amrullah, S.H., M.Hum., M.Si.Par., CHE., QCRO, beserta jajaran pengelola akademik dan Program Studi Sarjana Terapan Pengelolaan Perhotelan.

Pertemuan diawali dengan sambutan dari Bapak Dr. Amrullah, S.H., M.Hum., M.Si.Par., CHE., QCRO yang menyampaikan apresiasi atas kunjungan Politeknik Pariwisata Bali. Kegiatan benchmarking ini diharapkan menjadi wadah untuk saling berbagi pengetahuan, pengalaman, serta praktik baik dalam pengelolaan pendidikan vokasi, terutama dalam penyelenggaraan Program RPL yang memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk melanjutkan pendidikan tinggi melalui pengakuan terhadap pembelajaran dan pengalaman yang relevan.

Selanjutnya, Bapak Topan Ade Putra, S.Ak., M.Ak., CTT. selaku Kepala Subbagian Program RPL, bersama Bapak Prilian Catur Nugroho, S.Ak., M.Ak., CTT. selaku Kepala Bagian Administrasi Akademik, memberikan pemaparan secara runtut mengenai penyelenggaraan Program RPL di Institut Pariwisata Trisakti.
Pemaparan tersebut menjelaskan alur pelaksanaan Program RPL, mulai dari pengenalan program dan persyaratan calon peserta, proses pendaftaran serta pengumpulan dokumen pendukung, hingga tahapan penilaian terhadap pengalaman kerja, pendidikan, pelatihan, maupun pembelajaran sebelumnya yang relevan dengan capaian pembelajaran program studi. Penjelasan juga mencakup proses administrasi akademik dan koordinasi antarunit yang diperlukan untuk mendukung pelaksanaan program secara tertib dan terstruktur.
Melalui pemaparan ini, peserta kunjungan memperoleh gambaran mengenai pentingnya koordinasi antara pengelola Program RPL, bagian administrasi akademik, dan program studi dalam memastikan setiap tahapan berjalan dengan baik. Proses pengakuan pembelajaran lampau perlu dilaksanakan secara terukur, objektif, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku, sehingga pengalaman serta kompetensi calon mahasiswa dapat dinilai berdasarkan bukti yang relevan dan dapat dipertanggungjawabkan.

Pada kesempatan yang sama, Bapak Dr. Mohammad Syaltut Abduh, M.Par., selaku Sekretaris Program Studi Sarjana Terapan Pengelolaan Perhotelan, turut memberikan penjelasan dari perspektif program studi. Pembahasan berfokus pada keterkaitan antara pengalaman dan kompetensi calon peserta dengan capaian pembelajaran program studi, serta pentingnya peran program studi dalam mendukung proses evaluasi dan pengakuan pembelajaran lampau.
Penjelasan tersebut memberikan pemahaman bahwa pelaksanaan RPL tidak hanya berkaitan dengan proses administrasi, tetapi juga memerlukan kesesuaian akademik antara kompetensi yang telah dimiliki calon mahasiswa dan standar pembelajaran yang ditetapkan oleh program studi. Dengan demikian, pelaksanaan RPL diharapkan dapat mendukung akses pendidikan tinggi yang lebih fleksibel tanpa mengesampingkan mutu dan standar akademik.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan diskusi dan pertukaran informasi mengenai pelaksanaan Program RPL, mekanisme koordinasi, serta tantangan yang mungkin dihadapi dalam implementasinya di lingkungan pendidikan tinggi pariwisata. Melalui diskusi tersebut, kedua institusi memiliki kesempatan untuk saling berbagi perspektif dan memperoleh masukan yang dapat menjadi bahan pertimbangan dalam pengembangan program di masing-masing institusi.
Kunjungan benchmarking ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi Politeknik Pariwisata Bali dan Institut Pariwisata Trisakti dalam memperkuat tata kelola Program RPL, meningkatkan kualitas layanan akademik, serta memperluas pertukaran pengetahuan dan pengalaman antarlembaga pendidikan tinggi pariwisata.
Melalui kegiatan ini, Institut Pariwisata Trisakti terus mendorong pengembangan pendidikan vokasi yang adaptif terhadap kebutuhan industri dan masyarakat, sekaligus mendukung pengakuan terhadap pembelajaran serta pengalaman profesional sebagai salah satu jalur untuk melanjutkan pendidikan tinggi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
