JAKARTA – Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, menegaskan pentingnya penguasaan teknologi sebagai langkah strategis untuk meningkatkan daya saing pariwisata nasional. Pesan tersebut disampaikan saat menjadi pembicara utama dalam Wisuda ke-57 Institut Pariwisata Trisakti (IP Trisakti) Tahun Akademik 2025/2026 yang berlangsung melalui Sidang Terbuka Senat Akademik di Sheraton Grand Jakarta Gandaria City Hotel, Jakarta Selatan, Selasa (13/10/2026). Kegiatan tersebut diikuti sebanyak 669 lulusan dari jenjang doktor, magister, sarjana, dan sarjana terapan.
Turut hadir Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa, Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Badri Munir Sukoco, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah III Henri Togar Tambunan, jajaran pengurus Yayasan Trisakti, serta perwakilan industri. Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut menegaskan pentingnya hubungan antara pendidikan tinggi dan kebutuhan pengembangan sektor pariwisata.

Dalam arahannya, Gibran menilai kekayaan alam dan budaya Indonesia memerlukan dukungan inovasi agar mampu menghasilkan manfaat ekonomi yang lebih besar. Teknologi, menurutnya, dapat memperluas jangkauan promosi destinasi, meningkatkan pengalaman wisatawan, dan membantu pelaku usaha lokal terhubung dengan pasar. Ia mengingatkan pentingnya membangun pariwisata berkualitas yang tidak hanya berorientasi pada jumlah kunjungan, tetapi juga pada penciptaan nilai tambah.
Wakil Presiden juga menekankan bahwa masyarakat di sekitar destinasi perlu memperoleh kesempatan nyata dalam kegiatan ekonomi pariwisata. Ia mencontohkan pola kemitraan Hotel Plataran Bromo dengan petani pemasok bahan baku restoran, pelaku UMKM penyedia layanan wisata jip, serta masyarakat adat Tengger dalam wisata edukasi. Kolaborasi seperti ini menunjukkan bagaimana aktivitas usaha pariwisata dapat melibatkan dan memperkuat kapasitas masyarakat setempat.
Selain teknologi, Gibran mengangkat peran musik dan industri kreatif dalam memperkenalkan Indonesia kepada dunia. Menurutnya, budaya dan kreativitas dapat mendukung daya tarik pariwisata sekaligus memperkuat posisi Indonesia melalui diplomasi budaya atau soft power. Pengembangan industri pariwisata, karena itu, perlu berjalan bersama inovasi dan pelestarian identitas budaya.

Rektor IP Trisakti, Fetty Asmaniati, menyampaikan harapan agar para lulusan menjadi tenaga profesional yang berintegritas, kreatif, adaptif, dan mampu menjawab perubahan kebutuhan industri. Penguasaan ilmu akademik dan keterampilan praktik perlu dilengkapi dengan kemampuan belajar berkelanjutan, sehingga lulusan tetap relevan di tengah perkembangan teknologi dan persaingan global.
Fetty menegaskan pentingnya sinergi pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, industri, dan masyarakat dalam menghasilkan sumber daya manusia yang sesuai dengan kebutuhan lapangan kerja. Sejak berdiri pada 1969, IP Trisakti terus mengembangkan mutu akademik, keterampilan profesional, serta kemitraan di tingkat nasional dan internasional sebagai bagian dari penguatan pendidikan pariwisata.

Kepala LLDikti Wilayah III, Henri Togar Tambunan, mengingatkan bahwa daya saing sektor pariwisata dan perhotelan semakin dipengaruhi oleh integrasi teknologi digital, efisiensi operasional, pengelolaan risiko, serta penerapan prinsip keberlanjutan. Lulusan dituntut mampu menawarkan solusi bagi kebutuhan industri, bukan sekadar mengandalkan ijazah dan penguasaan teori.
Henri menyoroti empat bekal penting bagi lulusan, yaitu integritas dan etika pelayanan, penguasaan teknologi tanpa meninggalkan sentuhan manusia, orientasi keberlanjutan, serta kemauan untuk terus belajar. Dalam layanan pariwisata, penggunaan otomatisasi, analisis data, dan kecerdasan artifisial perlu tetap memperhatikan keramahan, empati, dan kebutuhan wisatawan.
Pada rangkaian wisuda, IP Trisakti juga memberikan penghargaan kepada lulusan terbaik akademik dan mahasiswa berprestasi nonakademik. Pengakuan tersebut mencakup berbagai jenjang dan program studi, sebagai bentuk apresiasi terhadap pencapaian mahasiswa selama menjalani pendidikan.

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan IP Trisakti, Agus Riyadi, menyampaikan bahwa mahasiswa telah mencatat prestasi dalam kompetisi nasional maupun internasional pada bidang keterampilan perhotelan, pelayanan restoran, kuliner, kewirausahaan, seni, dan olahraga. Salah satu capaian yang diberitakan adalah medali perunggu kategori Hotel Reception pada WorldSkills ASEAN Competition 2026.
Untuk mendukung kesiapan kerja, proses pembelajaran di IP Trisakti memadukan perkuliahan, praktik, kunjungan industri, kuliah tamu internasional, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Pendekatan ini diarahkan untuk memperkuat keterampilan teknis, komunikasi, kreativitas, dan pemahaman mahasiswa terhadap perkembangan industri pariwisata.
Wisuda ke-57 menjadi momentum bagi para lulusan IP Trisakti untuk memasuki dunia profesional dengan bekal kompetensi, integritas, serta kesiapan beradaptasi terhadap teknologi. Pesan yang mengemuka dalam kegiatan ini menegaskan pentingnya kontribusi perguruan tinggi dan alumninya dalam membangun pariwisata Indonesia yang kompetitif, inklusif, dan berkelanjutan.
