Bandung, 12 Agustus 2026 – Tim peneliti Institut Pariwisata (IP) Trisakti melaksanakan kegiatan penelitian di Sheraton Bandung Hotel & Towers dan HARRIS Hotel & Conventions Festival Citylink Bandung pada Rabu, 12 Agustus 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari penelitian Hibah BIMA 2026, program pendanaan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).
Tim peneliti IP Trisakti terdiri atas Agus Riyadi, Ph.D., Dr. Novita Widyastuti, dan Tri Djoko Sulistiyo, M.M. Penelitian yang dilakukan mengangkat topik “Green MICE: Model Daya Saing dan Penguatan Pariwisata Hijau di Venue Konvensi Indonesia”, dengan fokus pada pengembangan konsep Green MICE berbasis Net Zero Carbon dalam penyelenggaraan kegiatan Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE).

Salah satu lokasi yang menjadi objek penelitian adalah HARRIS Hotel & Conventions Festival Citylink Bandung. Venue tersebut dipilih karena memiliki fasilitas konvensi berkapasitas besar yang mampu menampung hingga sekitar 3.500 orang, sehingga dinilai relevan sebagai lokasi kajian terhadap implementasi prinsip keberlanjutan pada industri MICE.

Dalam kunjungan penelitian tersebut, tim IP Trisakti diterima oleh Eko Anom, General Manager HARRIS Hotel & Conventions Festival Citylink Bandung. Ia menjelaskan berbagai penerapan konsep kegiatan ramah lingkungan atau green event yang telah dijalankan pada fasilitas konvensi hotel melalui implementasi Ascott Sustainability Programme dengan pilar Ascott Cares.
Penerapan prinsip keberlanjutan tersebut mencakup sejumlah aspek, antara lain efisiensi penggunaan energi, pengelolaan limbah, pengurangan penggunaan plastik sekali pakai dalam layanan Food & Beverage (F&B), serta pemanfaatan teknologi hemat energi dalam operasional Convention Hall. Berbagai inisiatif tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung penyelenggaraan kegiatan MICE yang lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan.
Penelitian Hibah BIMA 2026 ini tidak hanya dilaksanakan di Bandung, tetapi juga mencakup sejumlah convention hall dan venue MICE di Jakarta, Yogyakarta, dan Bali. Melalui penelitian ini, tim IP Trisakti berupaya mengidentifikasi praktik keberlanjutan yang telah diterapkan oleh berbagai venue konvensi sekaligus merumuskan model Green MICE yang dapat mendukung peningkatan daya saing industri MICE serta memperkuat pengembangan pariwisata hijau di Indonesia.
