Institut Pariwisata Trisakti Berkontribusi dalam Kajian Benchmarking Pengembangan Wisata Halal dan Religi di Turki

Jakarta, 29 Juni–4 Juli 2026 – Institut Pariwisata Trisakti kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan sektor pariwisata Indonesia melalui partisipasi aktif dalam Kajian Benchmarking Pengembangan Wisata Halal dan Wisata Religi Turki sebagai Model Penguatan Potensi Wisata Halal dan Wisata Religi Provinsi DKI Jakarta. Kegiatan ini bertujuan menggali praktik-praktik terbaik ( best practice s) pengelolaan wisata halal dan wisata religi di Turki sebagai referensi dalam penyusunan rekomendasi kebijakan bagi pengembangan destinasi wisata halal dan wisata religi di DKI Jakarta.

Dalam kegiatan tersebut, Institut Pariwisata Trisakti diwakili oleh Dr. Novita Widyastuti Sugeng, S.ST., M.Si.Par., selaku Wakil Rektor Bidang Pemasaran, Kerjasama, JAS, dan Alumni, yang turut berperan sebagai tim penyusun laporan kajian benchmarking. Kajian ini juga melibatkan tim dari Jakarta Islamic Center, yaitu Dr. Ir. KH. Rasyidi HY, S.H., S.HI., M.M., M.A., CPA., C.Med dan Dr. Rina Uswatun Hasanah, S.Sos.I., M.M. Kolaborasi antara Institut Pariwisata Trisakti dan Jakarta Islamic Center tersebut mencerminkan sinergi antara perguruan tinggi dan lembaga keagamaan dalam mendukung pengembangan kebijakan kepariwisataan berbasis riset, observasi lapangan, serta kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.

Kegiatan benchmarking dilaksanakan melalui kunjungan dan observasi pada sejumlah destinasi wisata halal dan religi unggulan di Turki, khususnya di wilayah Istanbul dan Bursa. Tim melakukan kajian terhadap berbagai situs bersejarah, antara lain Hagia Sophia, Masjid Al-Fatih, Masjid Eyüp Sultan, Masjid Süleymaniye, Egyptian (Spice) Bazaar, Dermaga Eminönü, Masjid Ulu Bursa, Yeşil Türbe, serta Masjid Emir Sultan. Selain itu, observasi juga dilakukan pada institusi pendukung ekosistem wisata halal, seperti pusat pendidikan Islam, rumah sakit berstandar internasional yang mendukung wisata medis ( medical tourism ), hingga industri pangan halal yang menjadi bagian dari rantai nilai pariwisata Turki.

Melalui rangkaian observasi tersebut, tim memperoleh pemahaman yang komprehensif mengenai strategi Turki dalam mengembangkan wisata halal dan wisata religi secara terpadu. Keberhasilan Turki tidak hanya ditopang oleh kekayaan warisan budaya Islam dan sejarah Kesultanan Ottoman, tetapi juga oleh integrasi layanan halal, pelestarian kawasan heritage, pemberdayaan masyarakat lokal, pemanfaatan teknologi digital, serta penguatan citra destinasi yang dikelola secara profesional dan berkelanjutan.

Hasil kajian juga menunjukkan bahwa pengembangan wisata halal tidak hanya berorientasi pada penyediaan fasilitas bagi wisatawan Muslim, tetapi mencakup pembangunan ekosistem yang terintegrasi antara destinasi, transportasi, kuliner, akomodasi, industri halal, hingga interpretasi sejarah dan budaya. Pendekatan tersebut menjadi salah satu faktor utama yang menjadikan Turki sebagai salah satu destinasi wisata halal terkemuka di dunia dan dapat menjadi referensi dalam pengembangan destinasi wisata halal dan religi di DKI Jakarta.

Berdasarkan hasil benchmarking, tim menyusun sejumlah rekomendasi strategis bagi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, di antaranya pengembangan jalur wisata religi yang terintegrasi, penguatan ekosistem halal, pemberdayaan UMKM di kawasan destinasi, digitalisasi layanan dan informasi wisata, serta peningkatan kualitas interpretasi sejarah dan budaya pada destinasi wisata religi. Rekomendasi tersebut diharapkan mampu memperkuat daya saing Jakarta sebagai destinasi wisata halal dan wisata religi yang berkelas internasional tanpa menghilangkan karakteristik lokal yang dimiliki.

Partisipasi Institut Pariwisata Trisakti dalam kajian ini merupakan implementasi nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Sebagai perguruan tinggi yang berfokus pada pendidikan tinggi pariwisata, Institut Pariwisata Trisakti senantiasa berkomitmen menghasilkan kajian, inovasi, dan rekomendasi strategis yang dapat memberikan kontribusi bagi pembangunan sektor pariwisata nasional.

Ke depan, Institut Pariwisata Trisakti akan terus memperluas kolaborasi dengan pemerintah, dunia industri, dan mitra internasional dalam menghasilkan berbagai penelitian terapan yang mendukung pengembangan pariwisata Indonesia. Melalui sinergi antara dunia akademik dan para pemangku kepentingan, diharapkan lahir kebijakan dan inovasi yang mampu meningkatkan daya saing destinasi nasional sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pusat wisata halal dan wisata religi di tingkat global.

Visited 1 times, 1 visit(s) today
Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Pinterest

Leave a Reply