JAKARTA — Institut Pariwisata Trisakti kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat budaya riset kampus melalui capaian membanggakan pada Program Hibah BIMA Tahun 2026. Pada pendanaan tahun ini, empat tim penelitian dosen Institut Pariwisata Trisakti berhasil meraih hibah pada skema Penelitian Dosen Pemula dan Penelitian Fundamental – Reguler.
Capaian tersebut menunjukkan kuatnya kolaborasi akademik di lingkungan kampus, baik antar dosen maupun bersama mahasiswa, dalam mengembangkan riset yang relevan dengan isu pariwisata berkelanjutan, pemberdayaan masyarakat, green MICE, kesejahteraan masyarakat desa wisata, hingga model eduwisata berbasis kearifan lokal.
Pada skema Penelitian Dosen Pemula, tim yang diketuai Pusparani, M.Si.Par. berhasil memperoleh pendanaan melalui judul penelitian “Implementasi Community-Based Tourism dalam Mewujudkan Destinasi Wisata Berkelanjutan: Analisis Dampak Sosial dan Ekonomi di Kepulauan Seribu, DKI Jakarta.” Tim ini beranggotakan dosen Fifi Nofiyanti, M.Pd., M.Par. dan Mira Maharani, S.Par., M.P.Par., serta melibatkan mahasiswa Sandrea Chelsea. Riset tersebut menyoroti peran pendekatan pariwisata berbasis masyarakat dalam mendukung terwujudnya destinasi wisata berkelanjutan, khususnya melalui analisis dampak sosial dan ekonomi di wilayah Kepulauan Seribu.
Pada skema Penelitian Fundamental – Reguler, tim yang diketuai Agus Riyadi, SST. Par., M.Sc., Ph.D., CHIA, QCRO. meraih pendanaan melalui penelitian berjudul “Optimalisasi Implementasi Green MICE Berbasis Net Zero Carbon: Pengembangan Model Daya Saing dan Penguatan Pariwisata Hijau di Venue Konvensi Indonesia.” Tim ini diperkuat oleh dosen anggota Dr. Novita Widyastuti, M.Si.Par., CIIQA, QCRO dan Tri Djoko Sulistiyo, S.Sos., M.M., serta mahasiswa Hanni Adriani, Irawati, dan Riyanti. Melalui penelitian ini, tim berupaya mengembangkan model daya saing industri MICE yang berorientasi pada prinsip keberlanjutan dan net zero carbon sebagai bagian dari transformasi pariwisata hijau di Indonesia.

Masih pada skema yang sama, tim yang diketuai Dr. Purwanti Dyah Pramanik, M.Si. juga berhasil memperoleh Hibah BIMA 2026 melalui penelitian berjudul “Memodelkan Subjective Well-being Masyarakat Lokal Desa Wisata menggunakan Perspektif Teori AMO (Ability-Motivation-Opportunity).” Tim tersebut terdiri atas dosen anggota Santi Maudiarti, S.E., M.Pd. dan Hanni Adriani, S.P., M.Si., anggota umum Rizky Cahyani, serta mahasiswa Azka dan Nathaniel. Kajian ini menekankan pentingnya memahami kesejahteraan subjektif masyarakat lokal desa wisata melalui perspektif kemampuan, motivasi, dan peluang sebagai bagian dari penguatan pembangunan pariwisata yang inklusif dan berkelanjutan.
Prestasi serupa juga diraih tim Dr. Amalia Mustika, S.E., M.M., MBA. pada skema Penelitian Fundamental – Reguler melalui judul penelitian “Pengembangan Model Eduwisata Homestay Berbasis Kearifan Lokal sebagai Strategi Kewirausahaan dan Peningkatan Pendapatan Masyarakat Desa untuk Mewujudkan Pariwisata Berkelanjutan.” Dalam pelaksanaannya, tim ini didukung oleh dosen anggota Dr. Alda Chairani, S.Par., M.Par., Dra. Savitri Hendradewi, M.Si.Par., dan Dr. Deivy Zulianti Nasution, M.Par., serta mahasiswa Usy Nguyen dan Daiva. Penelitian tersebut berfokus pada pengembangan model eduwisata homestay yang bertumpu pada kearifan lokal sebagai strategi kewirausahaan masyarakat desa sekaligus upaya meningkatkan pendapatan masyarakat secara berkelanjutan.
Keberhasilan empat tim penelitian tersebut menjadi capaian membanggakan bagi Institut Pariwisata Trisakti dan semakin memperkuat posisinya sebagai institusi pendidikan tinggi yang konsisten mendorong pengembangan riset berkualitas. Melalui Hibah BIMA 2026, Institut Pariwisata Trisakti tidak hanya menunjukkan produktivitas akademik sivitasnya, tetapi juga menegaskan komitmen dalam menghadirkan penelitian yang aplikatif, kolaboratif, dan berdampak bagi pengembangan keilmuan serta kemajuan sektor pariwisata Indonesia.
