Institut Pariwisata Trisakti Teken MoU dengan IATTA dan PT Lintas Jeram Nusantara untuk Perkuat Kolaborasi Pendidikan dan Industri Wisata

JAKARTA, 09 Maret 2026 — Institut Pariwisata (IP) Trisakti menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Indonesia Adventure Travel Trade Association (IATTA) serta PT. Lintas Jeram Nusantara sebagai upaya memperkuat kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri pariwisata, khususnya dalam pengembangan pembelajaran, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat. Penandatanganan kerja sama tersebut berlangsung di Jakarta dan diharapkan dapat membuka ruang sinergi yang lebih luas antara akademisi dan praktisi industri wisata petualangan.

Kerja sama ini mencakup berbagai bidang, antara lain pengembangan program pembelajaran berbasis industri, kolaborasi penelitian, serta kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM). Melalui kemitraan ini, mahasiswa diharapkan dapat memperoleh pengalaman praktis langsung dari pelaku industri, sehingga mampu memahami dinamika dunia kerja di sektor pariwisata secara lebih mendalam.

Rektor IP Trisakti, Fetty, menegaskan bahwa kerja sama ini diharapkan tidak berhenti hanya pada kesepakatan formal, melainkan benar-benar diwujudkan dalam berbagai program nyata yang memberi manfaat bagi kedua belah pihak.

“Kerja sama ini harus berjalan melalui kegiatan pembelajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Kami juga terbuka untuk bekerja sama dalam berbagai bidang lain, yang pada intinya memberikan kebermanfaatan bersama,” ujar Fetty dalam sambutannya.

Sementara itu, Direktur PT Lintas Jeram Nusantara sekaligus Ketua Umum IATTA, Amalia, menjelaskan bahwa organisasinya telah berkiprah selama tiga dekade dalam pengembangan wisata petualangan di Indonesia. Selama 30 tahun tersebut, IATTA aktif membangun kolaborasi dengan berbagai pihak, mulai dari pelaku industri hingga pemerintah.

“Selama lebih dari 30 tahun berdiri, kami melakukan berbagai collaborative action antara organisasi, pemerintah, dan pelaku industri pariwisata. Kolaborasi dengan institusi pendidikan seperti IP Trisakti menjadi langkah penting untuk menyiapkan generasi baru yang siap terjun ke industri,” kata Amalia.

Ia menambahkan bahwa keberadaan program studi kewirausahaan dan bisnis digital di IP Trisakti dinilai sangat relevan dengan kebutuhan industri pariwisata saat ini yang terus berkembang dan membutuhkan inovasi.

“Dengan hadirnya program studi kewirausahaan dan bisnis digital, ini sangat cocok untuk mendorong lahirnya lebih banyak pengusaha di sektor pariwisata. IATTA juga bisa menjadi laboratorium bagi pengayaan pendidikan mahasiswa, sehingga mereka dapat memaknai pembelajaran melalui collaborative action di lapangan,” ujarnya.

Amalia juga menekankan bahwa kerja sama ini memungkinkan mahasiswa mendapatkan pengalaman nyata melalui integrasi antara teori yang dipelajari di kampus dan praktik langsung di industri.

Menurutnya, sinergi antara lembaga pendidikan, asosiasi industri, dan perusahaan pelaku wisata petualangan berpotensi memberikan dampak besar bagi pengembangan sektor pariwisata nasional.

“Melalui kerja sama ini, kita dapat bersinergi. Mudah-mudahan kolaborasi ini bisa menjadi penggerak ekonomi yang luar biasa dari sektor pariwisata,” tambahnya.

Melalui penandatanganan MoU tersebut, IP Trisakti berharap dapat memperkuat peran institusi pendidikan dalam mencetak sumber daya manusia yang kompeten dan inovatif di bidang pariwisata. Kolaborasi dengan IATTA dan PT. Lintas Jeram Nusantara juga diharapkan dapat mendorong terciptanya berbagai program kolaboratif yang berkontribusi pada pengembangan industri pariwisata Indonesia secara berkelanjutan.

Visited 58 times, 1 visit(s) today
Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Pinterest

Leave a Reply