Melalui Program Rekognisi Pembelajaran Lampau, IP Trisakti Buka Akses Studi Lanjut Bagi Pekerja Pariwisata

RRI.CO.ID, Bandung – Institut Pariwisata (IP) Trisakti menggelar Talkshow Peluang Studi Lanjut RPL/S2/S3 Melalui Beasiswa bagi praktisi pariwisata, yang dilaksanakan di Hotel Four Points, Kota Bandung, Sabtu 7 Februari 2026. Kegiatan ini dihadiri sekitar 30 orang praktisi perhotelan dan pariwisata yang berasal dari Kota Bandung, Purwakarta, serta sejumlah wilayah lain di Jawa Barat.

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan IP Trisakti, Agus Riyadi, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mensosialisasikan peluang beasiswa pendidikan tinggi bagi para pekerja di sektor pariwisata, khususnya melalui jalur Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).

“Melalui talkshow ini, kami ingin memberitahukan kepada para pekerja pariwisata bahwa mereka memiliki peluang untuk melanjutkan pendidikan tinggi melalui beasiswa, meskipun latar belakang pendidikan formal mereka tidak selalu linier,” ujar Agus.

Ia menjelaskan, banyak pekerja pariwisata yang setelah lulus SMA/SMK tidak langsung melanjutkan kuliah, melainkan memilih untuk langsung bekerja. Bahkan, tidak sedikit di antaranya yang kini telah menduduki posisi strategis atau jabatan tinggi di perusahaan perhotelan dan pariwisata.

“Pengalaman kerja dan jabatan mereka inilah yang dapat diakui melalui program RPL. Jadi, mereka bisa kuliah di IP Trisakti berdasarkan pengakuan atas pengalaman kerja tersebut,” jelasnya.

Untuk jenjang Sarjana (S1) dan Sarjana Terapan, IP Trisakti menawarkan tiga program studi, yaitu Perhotelan, Perjalanan Wisata, dan Pariwisata. Sementara itu, untuk Program Magister (S2) melalui RPL, Agus menyebutkan bahwa tingkat peminatnya cukup tinggi, terutama dari kalangan praktisi yang telah memiliki pengalaman panjang dan posisi manajerial.

RRI.CO.ID, Bandung – Institut Pariwisata (IP) Trisakti menggelar Talkshow Peluang Studi Lanjut RPL/S2/S3 Melalui Beasiswa bagi praktisi pariwisata, yang dilaksanakan di Hotel Four Points, Kota Bandung, Sabtu 7 Februari 2026. Kegiatan ini dihadiri sekitar 30 orang praktisi perhotelan dan pariwisata yang berasal dari Kota Bandung, Purwakarta, serta sejumlah wilayah lain di Jawa Barat.

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan IP Trisakti, Agus Riyadi, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mensosialisasikan peluang beasiswa pendidikan tinggi bagi para pekerja di sektor pariwisata, khususnya melalui jalur Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).

“Melalui talkshow ini, kami ingin memberitahukan kepada para pekerja pariwisata bahwa mereka memiliki peluang untuk melanjutkan pendidikan tinggi melalui beasiswa, meskipun latar belakang pendidikan formal mereka tidak selalu linier,” ujar Agus.

Ia menjelaskan, banyak pekerja pariwisata yang setelah lulus SMA/SMK tidak langsung melanjutkan kuliah, melainkan memilih untuk langsung bekerja. Bahkan, tidak sedikit di antaranya yang kini telah menduduki posisi strategis atau jabatan tinggi di perusahaan perhotelan dan pariwisata.

“Pengalaman kerja dan jabatan mereka inilah yang dapat diakui melalui program RPL. Jadi, mereka bisa kuliah di IP Trisakti berdasarkan pengakuan atas pengalaman kerja tersebut,” jelasnya.

Untuk jenjang Sarjana (S1) dan Sarjana Terapan, IP Trisakti menawarkan tiga program studi, yaitu Perhotelan, Perjalanan Wisata, dan Pariwisata. Sementara itu, untuk Program Magister (S2) melalui RPL, Agus menyebutkan bahwa tingkat peminatnya cukup tinggi, terutama dari kalangan praktisi yang telah memiliki pengalaman panjang dan posisi manajerial.
Advertisement

“Kami berharap para praktisi pariwisata di Bandung, khususnya yang sudah memiliki posisi strategis, tertarik untuk melanjutkan pendidikan S2 bahkan S3 di IP Trisakti,” tambahnya.

Menurut Agus, pemilihan Kota Bandung sebagai lokasi sosialisasi bukan tanpa alasan. Bandung dinilai sebagai salah satu pasar pariwisata terbesar di Indonesia, selain Jakarta, Yogyakarta, Bali, dan Jawa Timur. Jawa Barat, khususnya Bandung, dikenal sebagai pusat kuliner, pariwisata, dan ekonomi kreatif.

“Di Bandung ini banyak praktisi pariwisata yang belum melanjutkan pendidikan hingga S2 atau S3, salah satunya karena pendidikan pariwisata di Bandung belum tersedia hingga jenjang doktoral,” ungkapnya.

Program RPL yang ditawarkan IP Trisakti juga sejalan dengan program pemerintah dalam meningkatkan Angka Partisipasi Kasar (APK) Pendidikan Tinggi, di tengah jumlah penduduk Indonesia yang mencapai sekitar 280 juta jiwa. Di sektor pariwisata sendiri, ketersediaan sumber daya manusia (SDM) berpendidikan tinggi, khususnya pada jenjang sarjana, masih tergolong rendah.

“Melalui program RPL ini, para praktisi bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. IP Trisakti juga telah menjalin banyak kerja sama dengan industri perhotelan dan industri pariwisata lainnya,” katanya.

Agus berharap program ini dapat dimanfaatkan sebagai kelas karyawan, sehingga pengalaman kerja para praktisi dapat diimbangi dengan pendidikan tinggi yang logis, terukur, dan berbasis teori serta aplikasi lapangan.

“Dengan pendidikan tinggi, SDM pariwisata di Jawa Barat diharapkan menjadi lebih kritis, memiliki wawasan luas, serta mampu berpikir logis berdasarkan teori dan pengalaman kerja. Ini merupakan kekuatan penting bagi negara maju,” tuturnya.

Ia menambahkan, sektor pariwisata secara resmi baru diakui pemerintah sebagai bidang strategis sejak tahun 2008. IP Trisakti sendiri menjadi perguruan tinggi swasta pertama di Indonesia yang membuka Program Doktor (S3) Pariwisata.

“Ini menjadi komitmen kami untuk terus berkontribusi dalam pengembangan SDM pariwisata nasional,” kata Agus mengakhiri.

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Pinterest