IP Trisakti Gelar 3rd Rendezvous, Kenalkan Peluang Pendidikan Pariwisata di Bandung



Institut Pariwisata (IP Trisakti) menggelar Talkshow dalam rangkaian 3rd Trisakti Tourism Rendezvous bertema “Sinergi Pendidikan dan Industri dalam menyiapkan Generasi pariwisata Global”, yang diikuti 74 guru Bimbingan dan Konseling (BK), 15 siswa, serta 1 orang tua siswa dari 66 SMA/SMK se-Kota Bandung. Kegiatan berlangsung di Artotel Suites Aquila Kota Bandung, Sabtu 7 Februari 2026.

Talkshow tersebut menghadirkan narasumber, dari Associate Communication Alila Hotel dan Alumni Program MBA IMI Switzerland Sebastian Adityo Prabowo SST.Par., MBA, Ketua MGBK SMK Kota Bandung Syam Ahmad, S.Pd. dan Dedet Hidajat, BA., MM.Par., selaku IMI Main Representative Indonesia.

Kegiatan IP Trisakti di Kota Bandung ini, tidak lepas dari dukungan mitra kerjasama dalam hal ini oleh Artotel Group, ⁠IMI, Kaifa Food, ⁠Golden Tulip Essential dan ⁠Dinas Pariwisata Provinsi DKI Jakarta.

Tujuan talkshow IP Trisakti tersebut sebagai penguatan dan edukasi terhadap sekolah, bahwa pendidikan di sektor Pariwisata banyak peluang kerja yang tersedia dan dapat menjadi acuan untuk mengasah kemampuan diri dengan melanjutkan pendidikan ke studi Pariwisata. Rektor IP Trisakti Fetty Asmaniati mengatakan, image dari sekolah Pariwisata adalah untuk bekerja di hotel, padahal banyak perusahan selain hotel yang menerima lulusan Kepariwisataan.

Dalam sambutannya Rektor IP Trisakti, Fetty Asmaniati, SE., MM memberikan apresiasi atas kehadiran para tamu undangan yang hadir, beliau juga memberikan informasi.

“Kita apresiasi terhadap antusias guru BK yang hadir, kita ingin mengedukasikan bahwa lulusan Pariwisata berpeluang bekerja di travel biro, airlanes, event, objek wisata dan lainnya. Sehingga kami mengenalkan jurusan Pariwisata ini, dengan harapan siswa SMA/SMK dapat mengetahui minat dan kompetensinya dengan melanjutkan ke jurusan kuliah ke IP Trisakti,” ujar Rektor.

Selain itu kata rektor, IP Trisakti menjalin kerjasama dengan beberapa negara yang dapat menjadi pilihan untuk berkuliah jurusan Pariwisata. “Kita bekerjasama dengan Swiss, Malaysia, Bangkok, Korea dan Cina. Siswa dapat memilih sekolah dimana, yang semua itu memiliki peluang kerja yang besar,” imbuhnya.

Menuju usia 57 tahun Trisakti, Rektor Fetty Asmaniati, SE., MM berharap Pariwisata dapat menjadi devisa di Indonesia dengan mencetak SDM Pariwisata yang profesional. “Ini mimpi kita Insya Allah bisa terwujud dengan bantuan semua pihak,” jelasnya.

Rektor menambahkan, pihaknya bangga karena saat ini yang menempuh pendidikan di kampusnya merupakan GM dan staf-staf di industri pariwisata. Dari kepercayaan ini, mudah-mudahan pihaknya senantiasa bisa memberikan yang terbaik untuk NKRI di era pemerintahan baru ini.

Ketua Musyawarah Guru BK SMK Kota Bandung Syam Ahmad menambahkan, dengan edukasi yang diberikan IP Trisakti di Bandung, dapat memperkuat pemahaman pendidikan Pariwisata yang memiliki peluang kerja luas, tidak hanya di perhotelan saja.

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Pinterest

Leave a Reply